Berita GKMI

Harmoni Perayaan Natal Perdana Kota Solo

| Senin, 13 Maret 2023

Jika pada akhir tahun lalu, berita di media menampilkan tentang daerah-daerah yang melarang untuk merayakan Natal dan segala aksi intolerannya, sebuah gebrakan justru dilakukan oleh Kota Solo. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, diadakanlah momen perayaan Natal selama satu bulan penuh (1-31 Desember 2022) di sekitar area Balai Kota Solo.

Tidak hanya terkenal dari kekayaan budaya, kuliner, dan wisatanya saja, Kota Solo juga memiliki sederet predikat. Seperti Kota Layak Anak, Kota Toleran, Kota Ternyaman, dan Kota Terbaik Kedua di Jawa Tengah. Jangan tanya tentang bagaimana toleransi beragama di kota ini, karena kita saja bisa menemukan semua tempat ibadah agama-agama di sini. Bahkan beberapa tempat ibadah juga diperbolehkan untuk dijadikan objek wisata dan pengenalan kebudayaan kepada orang lokal maupun turis asing.

Di akhir tahun 2022 lalu, Kota Solo kembali menarik perhatian banyak orang karena untuk pertama kalinya mengizinkan bahkan mengadakan rangkaian perayaan Natal secara publik. Tidak tanggung-tanggung, panitia diperbolehkan menggunakan area Balai Kota sebagai tempat pelaksanaannya. Jika Pasar Gedhe—yang identik dengan budaya Tionghoa—berseberangan langsung dengan Balai Kota yang tiap tahunnya menjadi spot ikonik dengan ribuan lampionnya saat perayaan Imlek, kali ini disulap menjadi spot ikonik baru selama momen kelahiran Sang Juruselamat.

Perlu untuk kita ketahui bahwa di tahun yang sama pula, lampion hijau kuning berbentuk ketupat mulai menghiasi kawasan Pasar Gedhe untuk merayakan bulan Ramadhan. Begitu pula ketika momen kemerdekaan, lampion merah putih mewarnai kawasan itu. Sekarang, gantian lampion Natal dengan kombinasi warna merah, hijau, dan putih menghiasi jalanan sekitar Pasar Gedhe. Betapa indahnya jika setiap momentum budaya, kenegaraan, dan keagamaan bisa kita rayakan bersama dalam sebuah harmoni.

Tidak hanya di situ, lampion Natal juga dipasang di sepanjang jalan depan Gladag hingga ke Balai Kota. Ada 13 lampion besar yang menghiasi, seperti manusia salju, santa klaus beserta kereta dan rusa-rusanya, juga beberapa pohon Natal hasil karya gereja-gereja, sekolah, dan yayasan yang dipajang di antara pagar pembatas jalanan berpaving itu.

Dilansir dari mettanews.id, Ketua Pelaksana Panita Bersama Natal Kota Surakarta 2022, Sumartono Hadinoto mengemukakan tujuan dari perayaan ini. “Kami terus terang berharap bahwa Lampion Natal ini dapat mem-branding Kota Solo sebagai Kota Bhinneka, kota layak huni bagi semua umat, apapun, kita tidak membeda-bedakan, baik suku, agama, golongan,” tegasnya. Selain itu, kegiatan ini juga memberi kesempatan bagi para PKL untuk meningkatkan perekonomiannya pasca Pandemi Covid-19.

Dengan tema “Spirit Of Loving Others (SOLO)” atau semangat untuk saling mengasihi, acara ini tidak hanya berupa kemeriahan lampion saja. Di tanggal 2-4 Desember 2022, anak-anak dipersilakan menulis kartu “Harapanku untuk Kota Tercinta” dan dipasang pada pohon beringin di halaman depan Balai Kota. Lalu tanggal 3 Desember 2022 ada donor darah di Pendapi Balai Kota dengan kuota sebanyak 500 pendonor. Ada juga bakti sosial penanaman 500 buah pohon di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bhakti Solo dan Sunan Jogo Kali pada 17 Desember 2022. Dan sebagai penutup dari rangkaian Natal ini adalah ibadah perayaan bersama di Pendapi Balai Kota Solo pada tanggal 13 Januari 2023, dengan mengundang 1.500 orang. 

Selama perayaan ini pula, halaman Balai Kota yang beralaskan rumput dijadikan spot bersantai untuk piknik jajanan, sekadar ngobrol, atau bermain bersama dengan anak-anak. Tak jarang pula kita menemui orang-orang dengan berbagai macam latar suku dan agama yang ikut menikmati kemeriahan perayaan Natal ini. Mereka asyik foto di lampion-lampion yang ada, bahkan ada juga yang berasal dari luar kota. Meskipun tidak semua pengunjung ikut merayakan Natal, tetapi menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri ketika melihat orang-orang bisa turut merasakan sukacita di momen yang membahagiakan ini. 

Hal menarik lainnya adalah dengan disediakannya sebuah panggung di kompleks depan Balai Kota. Panggung ini adalah tempat “konser” yang dihiasi berbagai atraksi musik, pujian, dan tari mulai dari tanggal 2-4 & 16-18 Desember 2022 pada pukul 19.00-21.00 WIB. Setiap malamnya, ada 4 penampil dari antara gereja-gereja Kristen di Solo, Sekolah Tinggi Teologi dan kampus Kristen di Solo, grup paduan suara gereja Katholik di Solo, Komwa badan antar gereja Kristen di Solo, hingga Rokris dari SMAN 1 Solo yang sudah menyanggupi untuk terlibat.



GKMI Solo menjadi salah satu gereja Kristen di Solo yang ikut menampilkan pujian pada giliran pertama di tanggal 18 Desember 2022. Dibuka dengan penampilan gerak dan lagu oleh ibu-ibu Komisi Perempuan yang membawakan lagu “Nderek Gusti Ora Rugi” dengan iringan keroncong, membuat penonton yang sudah memadati area sekitar panggung dan lapangan Balai Kota turut merasakan sukacita lagu itu. Mereka bahkan ikut berjoget dan bernyanyi bersama anggota Komisi Perempuan yang pada malam itu serempak mengenakan atasan putih dan bawahan jarik. 



Setelah pemanasan bersama dengan ibu-ibu, gantian teman-teman Youth mengambil alih panggung. Dengan konsep full band dan beberapa penyanyi, tim kedua pun membawakan tiga lagu, yaitu “Bagi Indonesia” yang di-medley dengan “Satu Nusa”, sebelum berakhir ke “Feliz Navidad”. Para penyanyi pun serempak mengenakan atasan putih dan bawahan jarik, bagi yang perempuan, dan celana krem bagi yang laki-laki. Di lagu terakhir, semua penonton yang hadir nampak sangat menikmati suasana hingga mereka pun tak segan untuk ikut bertepuk tangan dan bernyanyi bersama. Bagi yang ingin menyaksikan keseruan malam konser ini, silakan kunjungi channel YouTube GKMI Solo.



Sebuah pengalaman yang luar biasa, tidak hanya bagi GKMI Solo, tetapi juga bagi seluruh warga Solo dan orang-orang pendatang yang ingin merasakan kemeriahan Natal. Puji Tuhan ketika tidak ada pengalaman maupun satu berita pun tentang ancaman atau tindakan represif dari pihak-pihak yang menentang perayaan Natal di kota ini. Kita semua tentu berharap agar kedamaian terus ada di dalam lini kehidupan bermasyarakat kita. Dan tentu saja, agar antusiasme Natal di Kota Solo juga bisa ditularkan ke kota-kota lain dan di tahun-tahun mendatang.