Berita GKMI

Jangan Takut Menjalankan Kepercayaan dari Tuhan

| Senin, 13 Maret 2023

Ketika bulan Desember tiba, dua hari kemudian Komisi Perempuan PGMW II langsung mengadakan Ibadah Natal bersama di GKMI Solo. Acara ini sekaligus menjadi pembuka dari rangkaian acara Natal di PGMW II.

Sekitar pukul sembilan pagi, rombongan ibu-ibu mulai berdatangan di Jl. Kedempel dan langsung diarahkan ke aula gereja untuk menikmati serabi khas Solo, ditemani dengan teh hangat. Mereka pun beristirahat sejenak setelah menempuh perjalanan dari daerah masing-masing. Setelahnya, ibu-ibu utusan Komisi Perempuan masing-masing gereja menyeberang jalan kampung untuk masuk ke gedung GKMI Solo, di mana ibadah akan dilangsungkan.



Liturgos dalam ibadah perayaan ini adalah duo ibu-ibu anggota Komisi Perempuan GKMI Solo, yaitu Ibu Rut dan Ibu Handini. Sebelum memulai ibadah, mereka pun mengadakan presensi kehadiran dengan menyebutkan nama-nama gereja anggota PGMW II. Ternyata hampir semuanya hadir, kecuali GKMI Progo. Ibu Wiji selaku Ketua Komisi Perempuan GKMI Solo pun menyambut ibu-ibu yang hadir lewat kata sambutannya.



Pujian-pujian pun mulai dilantunkan, seperti “Penasihat Ajaib, Bapa yang Kekal, Raja Damai”, “Dunia Gemar dan Soraklah” yang di medley dengan “Dari Pulau dan Benua”. Penyalaan lilin diiringi dengan lagu “Malam Kudus” dan mengundang perwakilan Komisi Perempuan GKMI Solo, Ketua Komisi Perempuan PGMW II, Ketua PGMW II, Ketua Majelis Jemaat GKMI Solo, serta Gembala Jemaat GKMI Solo untuk menyalakan lilin satu per satu.

Penyampaian Firman Tuhan oleh Pdt. Rotua N. Sinaga diambil dari Lukas 1:26-38. Dengan tema “Jangan Takut”, khotbah Pdt. Rotua menceritakan tentang bagaimana Tuhan memberi kepercayaan yang sangat besar bagi kaum perempuan. Masing-masing dari kita diberi kepercayaan menjadi pelayan Tuhan yang setia lewat keberadaan kita dan dipanggil menjadi saksi Kristus. Bagi yang sudah menikah, dipanggil menjadi istri yang bijaksana. Sedangkan bagi yang sudah menikah dan punya anak, diberi lagi tanggung jawab atau kepercayaan menjadi ibu yang baik. Dan tentunya orang yang sudah menikah, dipanggil juga menjadi menantu yang baik.

Tentu hal itu tidak mudah untuk dijalani, apalagi ketika kita melakukan banyak aktivitas dan peran ganda. Baik itu kita yang bekerja, berpelayanan di gereja maupun di lembaga lain, sekaligus mengurus keluarga dan rumah tangga. Membagi waktu itu tidak mudah, tetapi ini merupakan tanggung jawab yang sudah Tuhan berikan. Kita tidak boleh takut dalam menjalani tugas yang besar itu, karena Tuhan akan memberi pertolongan pada kita, Tuhan akan memampukan kita sebab Tuhan ada dalam hidup kita sebagai Allah Imanuel. Allah yang senantiasa menyertai kita sampai selamanya. 

Hendaknya kita sama seperti Maria, menyadari bahwa kita ini adalah hamba. Jadi apapun yang Tuhan percayakan pada kita, jadilah menurut kehendak-Nya. “Kiranya pesan Natal ini membuat kita menjadi perempuan-perempuan yang lebih tangguh lagi, yang hebat, menjadi berkat di mana pun kita berada. Lewat hidup kita Tuhan dimuliakan,” pesan Pdt. Rotua dalam akhir khotbahnya.



Persembahan pujian dari Sdri. Cheren pun mengikuti acara selanjutnya. Lagu yang ia nyanyikan ternyata dibuat khusus oleh GKMI Puri Anugerah untuk Natal Komisi Perempuan ini. Disusul dengan pujian dan tari “Nderek Gusti Ora Rugi” dari Komisi Perempuan GKMI Solo yang dibawakan dengan iringin keroncong dan balutan jarik batik khas Solo. Setelah itu, ibu-ibu pun disambut dengan tantangan kuis untuk mendapatkan hadiah menarik yang sudah terpajang di bawah pohon Natal, yaitu kain batik dengan beragam corak dan warna. Cocok sekali untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh dan kenang-kenangan. Pembagian hadiah ini pun sudah diplot agar masing-masing perwakilan gereja yang hadir bisa mendapatkan satu lembar kain.



Pertanyaannya pun cukup sederhana dan pastinya bisa ditebak oleh para ibu. Seperti, nama ketua Sinode dan ketua PGMW II periode sekarang, nama Gembala GKMI Solo, bunyi komitmen kemuridan, bulan dan tahun di mana gereja-gereja mulai mengadakan ibadah online, bulan Desember itu GKMI berusia ke berapa, alamat GKMI Solo, nama-nama gereja anggota PGMW II, gereja termuda di PGMW II, kapan dan di mana Women Summit terakhir dilakukan, menyebutkan minimal 5 makanan khas kota Solo, nama pasar tradisional terbesar di kota Solo, serta menebak beberapa iringan lagu PPR.

Doa penutup disampaikan oleh Penasihat PGMW II, Pdt. Endang Ayu, sebelum sambutan kembali diutarakan oleh Ibu Eleonora Maharani selaku Ketua Komisi Perempuan PGMW II. Di penghujung acara ini pula, Pdt. Rotua menyampaikan bahwa persembahan yang terkumpul akan disalurkan untuk bantuan bagi korban bencana melalui MDS Indonesia. Sebelum pulang, ibu-ibu yang hadir pun mendapatkan snack, makan siang, dan es kelapa muda sebagai bekal penyemangat untuk lanjut jalan-jalan, berbelanja, atau langsung pulang. Selamat berjumpa di lain kesempatan, perempuan-perempuan kepercayaan Tuhan!