Berita GKMI

Natal Akbar Sekaligus Pengajian?

| Senin, 13 Maret 2023

Sejak awal September 2022, kami sebagai panitia Natal GKMI Cakranegaran, Air Saleh, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, menggumuli dalam doa agar Natal tahun ini menjadi Natal yang luar biasa. Kami sadar bahwa kerinduan ini pun memiliki tantangan dan harus dibayar dengan kerja yang juga tidak biasa-biasa saja. Kesehatian, kebersamaan, kekompakan dan kekeluargaan perlu terus dibangun dalam persekutuan dan penyerahan kepada Tuhan Yesus.

Tema yang kami usung adalah “Kabar Baik bagi Semua Orang”. Kami meyakini bahwa Kabar Baik bukan milik gereja atau orang Kristen saja, tetapi bagi semua orang. Selain itu kami juga rindu memupuk dan meningkatkan toleransi. Karena itu kami mengundang tidak hanya saudara-saudara Kristen atau gereja-gereja yang ada di sekitar perairan pasang surut Banyuasin, tetapi juga mengundang tetangga-tetangga jemaat dari lingkungan Muslim untuk bersama-sama merayakan Natal.



Sebuah langkah yang terbilang “berani”, mengingat di Pos PI GKMI Cakranegaran, tepatnya GKMI Hadimulyo yang berjarak 13 kilometer dari Cakranegaran, suasana intoleransi telah mulai kental terasa. Rapat-rapat koordinasi kami tidak hanya berisi penggalangan dana dan penyusunan rangkaian acara, tetapi juga doa dan permohonan yang tiada putus-putusnya kepada Tuhan Yesus Kristus.

Yang unik dan menarik adalah sebelum kami mengundang masyarakat lingkungan sekitar untuk acara Natal ini, beberapa dari kalangan masyarakat yang muslim bertanya kepada kami, “Kapan perayaan Natalnya? Kami ingin hadir. Jangan sampai kami tidak diundang, lho.” Wuih! Sungguh luar biasa karya Tuhan Yesus menjawab doa-doa yang kami naikkan.

Mengingat kapasitas gedung gereja maksimal 120 orang tanpa pembatasan, maka kami memutuskan bahwa Natal akan diadakan di luar gedung gereja dengan mendirikan tenda sebanyak 7 unit untuk menampung sekitar 500 orang.

Kami sempat dibuat deg-degan. Malam sebelum hari H, setelah gladi bersih untuk persiapan acara, hujan yang sangat deras disertai petir dan guntur yang menggelegar membuat beberapa tenda bocor dan halaman gereja basah kuyup. Mengingat daerah Cakranegaran dan sekitarnya adalah daerah perairan yang di beberapa tempat harus melewati jalan-jalan tanah yang licin dan lengket setelah hujan turun, hal ini bisa menjadi suatu pergumulan tersendiri bagi mereka yang hendak menghadiri Natal. Sepanjang malam hujan mengguyur, bahkan pagi hari masih terjadi hujan rintik-rintik. Namun puji Tuhan, atas berkat dan perkenanan Tuhan Yesus Kristus, hujan pun reda. Cuaca yang agak berawan justru kami syukuri karena tenda jadi tidak terlalu panas dan tetap sejuk. Ini adalah pertolongan Tuhan.

Tibalah saatnya hari pelaksanaan. Hari itu, Kamis, 15 Desember 2022, tepat pukul 13.00 WIB ibadah pun dimulai. Para tamu undangan dan tetangga gereja terus berdatangan sehingga kursi tempat duduk yang disediakan terisi penuh. Terlihat mereka sangat antusias untuk mengikuti acara Natal. Kami semua menaikkan puji-pujian dan penyembahan bagi Tuhan. 

Dalam ibadah dan perayaan ini, Pdt. Rachmad Pitoyo dari GKMI Bahtera Hayat, Lampung Timur, didaulat sebagai pengkhotbah. Firman Tuhan terambil dari Lukas 2:10-20. Sesuai dengan tema yang diusung, Pdt. Pitoyo menyampaikan pesan bahwa Kabar Baik adalah bagi semua orang. “Apakah yang dibutuhkan oleh semua orang? Jawabnya adalah selamet. Dalam latar belakang budaya Jawa, untuk beroleh selamat orang melakukan selametan. Mau menikah, selametan. Mau bangun rumah, selametan. Beli mobil atau motor, selametan. Dari dikandung selametan, lahir selametan, sunat selametan, bahkan sampai mati pun masih selametan,” tutur Pdt. Pitoyo dalam khotbahnya.

Ia pun melanjutkan, “Tidak kunjung habis kita melaksanakan selametan seumur hidup bahkan sampai setelah mati. Namun kabar baiknya adalah agar semua orang memperoleh selamet itu, datanglah Sang Penyelamat. Juruselamat itu adalah Yesus Kristus, Sang Firman yang menjadi manusia. Keselamatan itu ditawarkan kepada semua orang, kepada siapa saja yang membutuhkan. Dan mereka yang mau diselamatkan caranya adalah dengan percaya. Percaya kepada Sang Penyelamat, percaya kepada Yesus Kristus.” 

Pdt. Pitoyo juga memakai gambaran uang dalam khotbahnya. “Siapa yang perlu duit?” tanya Pdt. Pitoyo. Semua kompak menjawab, “Saya!” Dan dikeluarkanlah uang satu lembar seratus ribu. Lalu ada dua orang yang maju, yang satu cepat, yang satunya ketinggalan. Karena percaya, yang cepat langsung maju naik ke panggung, tidak peduli walaupun disoraki oleh yang lain. Sedangkan yang kalah cepat tidak mendapatkan uang itu karena ia ragu, banyak pertimbangan, dan akhirnya tertinggal atau keduluan yang lain. “Siapa saja yang ingin selamet, Tuhan Yesus datang membawa keselamatan dan memberikan kepada siapa yang mau percaya dan menerima-Nya,” tutup Pdt. Pitoyo dalam khotbah Natalnya. 



Acara juga diisi dengan persembahan gerak dan lagu “Yesus Terang Dunia” yang ditampilkan oleh anak-anak Sekolah Minggu. Pembagian hadiah-hadiah doorprize juga menjadikan suasana perayaan semakin meriah.



“Ini adalah Natal akbar sekaligus pengajian, karena yang hadir hampir 50% atau separuhnya warga Muslim,” kesan Pdt. Pitoyo, “Bahkan aparat desa dan wakil dari kecamatan Air Saleh juga hadir. Kita percaya bahwa Kabar Baik telah dibentangkan kepada semua yang hadir dan Firman Tuhan akan terus bekerja untuk mendatangkan kebaikan demi kebaikan.”



Segala puji dan syukur bagi Tuhan Yesus Kristus yang telah memberkati ibadah dan perayaan Natal GKMI Cakranegaran di tahun 2022. Semarak, semangat, kompak, damai sejahtera serta sukacita menjadi semangat baru bagi GKMI Cakranegaran. Hal ini menjadi pengalaman, pembelajaran, dan kesaksian agar kami terus berani berharap dan berdoa. Kami rindu terus bertumbuh, bergerak dan berdampak bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang membutuhkan Kabar Baik. 

Kabar Baik yang telah dibagikan kiranya terus berkelanjutan. Doa dan harapan kami,  kiranya keselamatan dari Tuhan Yesus Kristus boleh dialami di Cakranegaran, bahkan satu kecamatan Air Saleh dan Kabupaten Banyuasin. Selamat hari Natal 2022 dan Tahun Baru 2023. Tuhan Yesus memberkati. Soli Deo Gloria