Berita GKMI

What Do They Say about MWC Indonesia 2022

| Senin, 03 Oktober 2022

Temu Raya Mennonite World Conference (MWC) Indonesia 2022 tentu menimbulkan kesan dan meninggalkan banyak pesan bagi mereka yang mengikutinya. Yuk, kita simak apa saja yang mereka katakan tentang acara ini.


Keluarga Mavin Masih - India

Perkenalkan, kami keluarga Mavin Masih, Ashna Masih, Ariendra Masih, dan Ayushi Masih. Kami berasal dari Chandigarh, India. Meski anak-anak sebenarnya masih di tengah masa sekolah, tapi kami sungguh rindu datang ke Indonesia. Kami datang untuk melihat bagaimana negara-negara di dunia merepresentasikan budaya mereka dan bagaimana mereka memuji Tuhan. Kami juga sangat ingin bersekutu serta memuji dan menyembah Tuhan bersama-sama dengan semua saudara Mennonite di seluruh dunia. Itulah mengapa kami sekeluarga ada di sini. Kami sangat bersyukur dan bersukacita atas MWC 2022 ini dan akan membagikan pengalaman kami kepada saudara-saudari di negeri kami agar mereka juga bisa mengikutinya di tahun 2028.


Christen Kong - Kanada

Saya mewakili Eastern Mennonite Church Canada. Gereja lokal saya adalah Toronto Chinese Mennonite Church. Saya datang sebagai perwakilan Global Youth Summit, tetapi saya juga bergabung dengan MWC. Ini adalah kali pertama saya datang ke konferensi Mennonite. Awalnya saya tidak tahu akan seperti apa, tetapi ternyata konferensi ini sungguh sangat luar biasa. Saya senang mengikuti materi-materi yang berbeda dari para pembicara setiap pagi dan malam harinya. Saya juga senang sekali dengan sesi-sesi workshop dari siang hingga sore hari, tur setengah hari, melihat tarian-tarian tradisional, dan juga menikmati berkeliling di Global Church Village. Melalui MWC 2022 ini, kita telah menerima “api-api kecil” perdamaian. Dan ketika kita pulang ke tempat kita masing-masing, biarlah “api-api kecil” yang ada di dalam hati kita ini kita jaga, untuk kemudian kita bagikan ke sekitar kita, menyala dengan terang, menjadi bunga-bunga api (fireworks) yang menyukacitakan semua orang. 


Oscar Suarez - Kolombia

Asal gereja saya Iglesia Cristiana Menonita de Colombia dan saya di sini sebagai bagian dari Global Youth Summit (GYS), juga Youth for Peace Committee yang juga ikut merancang acara GYS ini. Saya sangat senang! Demikian banyak orang dari seluruh penjuru dunia dapat datang ke sini. Saya juga bisa bertemu orang-orang Indonesia. Kami saling bertukar pikiran dan sangat menyenangkan memandang dari banyak perspektif, juga tentang berbagai cara mengekspresikan iman kita kepada Tuhan Yesus. Saya sangat menikmati waktu berbincang-bincang, lebih mengenal budaya dan pelbagai ekspresi kehidupan. Hal itu sungguh luar biasa. Temu Raya ini bagi saya seperti “mencicipi sepotong kecil dari surga”. Ya, mungkin seperti inilah surga, di mana kita dari semua bangsa dan bahasa, dan dari semua latar belakang bersekutu bersama. Saya sangat senang bisa menjadi bagian di dalamnya.


Pdt. Andi O. Santoso - Amerika Serikat

Saya berasal dari Indonesia, tetapi sekarang tinggal di Amerika Serikat. Saya di sini bersama Mennonite Mission Network (MMN) dan melayani sebagai Regional Administrator for Asia and Middle East. Saya juga baru mulai melayani sebagai Deacon Commission Chairman of MWC. Saya berdoa semoga kehadiran kami di Temu Raya menjadi momen untuk saling berbagi dan saling mengenal dari latar belakang budaya yang berbeda-beda. Saya sangat menikmati berada di sini, bertemu dengan kawan-kawan lama dan kawan-kawan baru. Saya bersukacita dapat bersekutu, berdoa, dan memuji bersama di dalam Kristus, bahkan menikmati makan bersama! Relasi adalah kunci dalam persekutuan global, sehingga kita dapat merasakan kasih Kristus dan membagikannya kepada semua orang di manapun kita berada. Terima kasih untuk semua panitia, Tuhan memberkati!


Mik Khuwili & Rizely Pillare - Filipina

Kami berdua dari Filipina dan mewakili Integrated Mennonite Churches of Philippines. Tentang Temu Raya ini, terus terang awalnya kami gugup karena telah lama tidak keluar dan berjumpa banyak orang. Tetapi hari demi hari berlalu dan kemudian kami sangat menikmatinya! Kami bersyukur atas kesempatan menjadi volunteer untuk melayani satu sama lain dalam Kerajaan Allah. Ini adalah kesempatan pertama kami menghadiri Temu Raya MWC. Sebelumnya kami juga menjadi bagian GYS dimana kami berdua menjadi pembicara dan juga melakukan workshop bersama. Kami sangat bersyukur untuk kesempatan melayani Tuhan bersama-sama mewakili negara kami. Bertemu dengan orang-orang dari berbagai latar belakang budaya, kami menyimpulkan bahwa keseragaman bukanlah persatuan, tetapi perbedaan justru dapat menciptakan persatuan. Dengan bertemu banyak orang kami juga menyadari bahwa dengan berjumpa orang-orang dengan pergumulan yang berbeda-beda, kami melintasi batas dan saling belajar bersama. Dan hal itu sungguh tidak ternilai harganya. 


Natacha Wendiyam Kendrebeogo - Burkina Faso

Saya mewakili negara saya, Burkina Faso, di MWC Assembly 2022 dan menjadi Registration Committee MWC. Dan saya sangat senang, saya menikmati pujian, menikmati bertemu dengan banyak orang. Dalam kesempatan ini saya juga mohon dukungan doa untuk kami, gereja-gereja Mennonite di Ouagadougou, Burkina Faso, karena kami menghadapi krisis politik di negara kami. Terima kasih untuk perhatian dari semuanya dan saya berharap kita bisa berjumpa lagi di tahun 2028.  


Pdt. Agus W. Mayanto (Ketua Umum Sinode GKMI)

Di MWC, saya menjadi staf volunteer, yaitu sebagai South East Asia Representative atau Regional Representative dan saya sangat senang menjadi bagian dari keluarga besar Anabaptis-Mennonite global. Pada kesempatan ini, kita Indonesia menjadi tuan rumah, dan ini menjadi momen yang sangat menyenangkan karena kita bisa menyambut saudara-saudara kita dari berbagai negara untuk bersekutu bersama, berjumpa, bereuni di sini; bisa saling mengenal dan juga bisa saling berinteraksi untuk mungkin di kemudian hari bisa berkolaborasi untuk mengerjakan hal-hal baik bagi gereja dan bagi dunia. Kami bersyukur bahwa kesempatan ini bisa berjalan dengan baik walaupun tantangannya tidak mudah. Jumlah orang yang bisa berkumpul dan bersekutu di sini pun sangat terbatas. Tetapi hal ini tidak mengurangi sukacita dan semangat kita bersama untuk menikmati semuanya ini. 

Saya melihat antusiasme. Di kemudian hari kita rindu ada lebih banyak orang lagi yang dapat terlibat karena tidak lagi dibatasi oleh pandemi. Ada banyak gereja-gereja dan jemaat-jemaat yang dimobilisasi sehingga lebih banyak yang bisa hadir. Kalau lebih banyak, tentu lebih bersemangat, interaksinya akan lebih banyak dengan orang-orang asing yang tidak lagi menjadi asing hari ini. Topik-topiknya menarik, pengalaman-pengalaman bersama juga menarik. Anak-anak muda sampai orang-orang senior pun bisa berinteraksi bersama-sama. 

Kiranya ini membawa kesan yang sangat baik untuk persekutuan kita bersama dan sekaligus membangun semangat hidup tetap berkarya membawa damai sejahtera bagi semesta yang hari-hari ini sulit untuk mendapatkannya. Lebih dari sekadar reuni, kita rindu menyiarkan damai sejahtera Allah dalam Kristus Yesus, yang kita alami sehingga dapat dirasakan oleh semua orang, menembus sekat-sekat dan batas-batas yang selama ini tidak tertembus. Karena damai sejahtera Allah dalam Yesus adalah untuk semesta alam raya. Siapapun juga dia, bahkan yang berbeda dengan kita: warna kulit, agama, keyakinan, semuanya itu ditembus oleh rahmat Bapa yang membawa damai sejahtera bagi semua. 

Kiranya saudara-saudara semua yang ada di seluruh dunia, setelah menikmati Indonesia, tetap bisa bersatu, bersekutu bersama, di mana pun kita berada, membawa damai Kristus dan dinikmati oleh semua orang. Selamat bertemu kembali di assembly yang berikutnya, keluarga besar Anabaptis-Mennonite global!


Agus Setianto (National Coordinator MWC Indonesia)

Ini adalah Assembly keenam saya. Yang pertama adalah di tahun 1990 di Winnipeg, Kanada. Acara MWC kali ini sangat unik karena diadakan dalam situasi Covid-19 sehingga kita harus membatasi jumlah partisipan yang dapat hadir. Tantangan lain adalah diadakannya di banyak lokasi. Hotel-hotel dan main hall juga berada di tempat yang berbeda-beda. Hal ini menimbulkan kesulitan tersendiri. Mengatur bus-bus, dan juga koneksi internet yang stabil, semuanya bukan hal mudah. Jadi itulah tantangan-tantangan yang dihadapi MWC kali ini. Jika semuanya dapat terjadi, itu semua adalah karena anugerah Tuhan.


Pdt. Paulus S. Wijaya (National Advisory Committee Chairman)

Saya merasa senang karena pada akhirnya Temu Raya MWC boleh terjadi, setelah sekian lama kita nantikan. Kita sempat putus asa ketika Covid-19 melanda Indonesia dan berpikir bahwa Temu Raya semacam ini tidak mungkin bisa dilakukan. Tapi puji Tuhan, Temu Raya bisa terjadi dengan baik. Para tamu dari luar negeri yang saya temui merasa senang sekali bisa hadir di Indonesia. Mereka sangat terkesan dengan keramahan orang-orang Indonesia. Ketika mereka di jalan-jalan, mereka disapa dengan baik oleh orang-orang yang bukan Kristen sekalipun. 

Oleh karena itu saya bergembira, bahwa apa yang telah kita perjuangkan selama bertahun-tahun ini pada akhirnya bisa terlaksana dengan baik, bisa diterima dengan baik. Tentu saja masih ada banyak kelemahan di sana sini, ada banyak masalah yang tidak kami antisipasi sebelumnya, tetapi dengan pertolongan dan anugerah Tuhan, semuanya bisa terlaksana dengan baik. Kemuliaan bagi nama Tuhan kita, Yesus Kristus!


Henk Stenvers (Presiden MWC 2022-2028)

Saya menyampaikan kepada ketiga Sinode Mennonite di Indonesia: GKMI, GITJ, dan JKI, bahwa kami sangat berterima kasih karena Anda semua menerima dan menyambut kami di sini, di Indonesia, untuk merayakan persekutuan iman kita. Anda sekalian telah menunjukkan bagaimana beriman sebagai kaum minoritas di negara ini. Kita telah berbagi beban dan ketika kami pulang dari Assembly ini, kami membawamu dalam hati kami. Biarlah Tuhan besertamu dengan berkat-Nya yang penuh. Biarlah kamu berjalan dalam Roh-Nya. Dan biarlah Tuhan Yesus menjagamu dan damai-Nya menyertaimu dalam langkah-langkahmu.